RSS
Showing posts with label Ragam. Show all posts
Showing posts with label Ragam. Show all posts

Beasiswa

Monday, July 7, 2008

Beasiswa Penulisan & Penerjemahan Novel-Majelis Kata Indonesia 2008

Majelis Kata Indonesia merupakan lembaga filantropi yang berikhtiar menumbuhkan dan mewadahi bentuk-bentuk penciptaan sastra yang menggerakkan kritisisme sosial, semangat toleransi, dan kesadaran kebangsaan. Lembaga ini mendorong dan mendukung bentuk-bentuk penciptaan sastra yang memperluas cakrawala memahami kemanusiaan.

Majelis Kata Indonesia menyelenggarakan beasiswa penulisan dan penerjemahan novel 2008 dengan ketentuan-ketentuan ini:

1. Gagasan penulisan dan penerjemahan novel yang menggerakkan kritisisme sosial, semangat toleransi, dan kesadaran kebangsaan dengan topik apa pun dan tanpa batasan jumlah halaman.

2. Penerima beasiswa penulisan novel diberi dana setiap bulan sebesar Rp 1.000.000,- selama 6 bulan. Masa penulisan novel selama 6 bulan.

3. Penerima beasiswa penerjemahan novel diberi dana setiap bulan sebesar Rp 1.000.000,- selama 6 bulan dan setiap hasil terjemahannya dihargai sesuai harga pasar. Masa penerjemahan novel selama 6 bulan.

4. Penerima beasiswa penulisan novel bisa mendapatkan data atau konsultan yang relevan dari penyelenggara beasiswa.

5. Novel penerima beasiswa akan diterbitkan oleh penyelenggara beasiswa dengan royalti sebesar 10% dari setiap kontrak penerbitannya. Penerima beasiswa penulisan novel berhak menawarkan novelnya ke penerbit lain setelah 4 tahun sejak penerbitannya yang pertama.

6. Novel terjemahan penerima beasiswa akan diterbitkan oleh penyelenggara beasiswa tanpa royalti dari setiap penerbitannya. Penerima beasiswa penerjemahan novel berhak menawarkan novel terjemahannya ke penerbit lain setelah 4 tahun sejak penerbitannya yang pertama.

7. Pelamar beasiswa mengirimkan 3 rangkap sinopsis novel yang akan ditulis atau 3 rangkap sinopsis novel yang akan diterjemahkan disertai judul novel, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbit, dan fotokopi sampul depan. Pelamar beasiswa penulisan dan penerjemahan novel menyertakan fotokopi bukti identitas yang masih berlaku, nomor telepon, alamat pos, alamat e-mail, dan biodata singkat. Alamat penyelenggara beasiswa ini: MAJELIS KATA INDONESIA 2008, Pusat Studi Islam dan Kenegaraan, Jl. Gatot Subroto Kav. 96-97, Mampang, Jakarta 12700

8. Gelombang pertama beasiswa ini menerima surat lamaran hingga 1 Agustus 2008 (cap pos). Pelamar gelombang pertama yang disetujui akan dihubungi via telepon atau e-mail oleh penyelenggara beasiswa pada Minggu kedua September 2008. Penyelenggara beasiswa tidak mengembalikan dokumen para pelamar.

9. Sinopsis penulisan novel dan sinopsis novel yang akan diterjemahkan akan diseleksi dan dinilai oleh tim kurator penyelenggara beasiswa. Semua keputusan tim kurator tidak untuk diganggu gugat.

10. Demi profesionalitas, setiap penerima beasiswa akan menandatangi surat kontrak penulisan novel atau penerjemahan novel.
Read more!

Bubar

Mahasiswa UIN Gelar Tandatangan Bubarkan FPI

BANDUNG - Sejumlah mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, yang mengatasnamakan Aliansi Kemahasiswaan Untuk Toleransi dan Kebebasan Beragama, menggelar demonstrasi dengan menggelar spanduk putih tandatangan menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI).

"Kami minta agar FPI dibubarkan dan adili pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama. Kami juga meminta agar pemerintah bisa menyelamatkan kaum minoritas dari preman berjubah." ujar seorang demonstran dalam orasinya di depan gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunug Djati, Jalan AH Nasution, Bandung, Rabu (4/6/2008).

Mereka berharap, insiden yang terjadi di Monas pada 1 Juni lalu merupakan kejadian anarkis terakhir yang dilakukan FPI. Mereka juga meyakini bahwa FPI dapat beranjak dewasa dan lebih mengkedepankan kesalehan sosial daripada kekerasan.

"Kami percaya, agama menaruh kekerasan sebagai alternatif terakhir dalam menyeledaikan masalah, dan sudah pasti kekerasan bukanlah tindakan favorit Tuhan dari agama manapun. Itupun bukan kita yang menyerang duluan," tandasnya.

Aksi yang dimulai pukul 10.30 WIB ini, diwarnai dengan menuliskan sejumlah tanda tangan dalam sebuah spanduk putih berukuran sekitar 7x2 meter. Tandatangan ini merupakan dukungan untuk membubarkan FPI. Sementara itu, Tak nampak aparat kepolisian yang berjaga dalam aksi ini.(hri) [sumber okezone]
Read more!

Wahib

Friday, June 27, 2008

Sayembara Penulisan Esai Ahmad Wahib Award 2008

Forum Muda Paramadina, Himpunan Mahasiswa Falsafah dan Agama (HIMAFA) Universitas Paramadina, dan Soetrisno Bachir Foundation menyelenggarakan sayembara penulisan esai Ahmad Wahib Award bagi mahasiswa (S1) seluruh Indonesia.

Total hadiah: Rp. 45 Juta.

Ketentuan Sayembara:
1. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran, atau mengambil dari karya yang sudah ada.
2. Belum pernah diterbitkan di media apapun, dan tidak sedang diikutkan dalam sayembara apapun;
3. Peserta sayembara memilih salah satu dari tiga tema yang telah ditentukan;
4. Sayembara esai ini menekankan aspek argumentasi, ketajaman pemikiran, dan gaya penulisan;
5. Lima orang nominator penulis esai terbaik akan diwawancarai oleh Dewan Juri. Pemberitahuan akan disampaikan kemudian;
6. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak, mengikat dan tidak bisa diganggu-gugat;
7. Naskah yang masuk menjadi hak panitia dan tidak dikembalikan;
8. Sayembara ini tidak berlaku bagi panitia.

Persyaratan- Persyaratan:
1. Peserta hanya boleh mengirim 1 (satu) naskah;
2. Naskah sayembara dikirim rangkap 2 (dua), diketik di atas kertas ukuran kuarto (margin 3 cm di setiap sisi), spasi ganda, menggunakan jenis huruf Times New Roman berukuran 12 point, dengan panjang naskah antara 20-30 halaman;
3. Kiriman naskah harus dilengkapi dengan identitas penulis: biografi singkat; fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM); 2 (dua) lembar foto berwarna ukuran 3 x 4; dan alamat lengkap, nomor telepon, serta alamat e-mail;
4. Naskah dimasukkan ke dalam amplop tertutup, dengan di sudut kiri atas amplop ditulisi “Sayembara Esai Ahmad Wahib Award”;
5. Naskah dikirim ke alamat panitia: Pondok Indah Plaza III, Blok F 4-6. Jl. TB. Simatupang, Jakarta, 12310;
6. Naskah dikirim paling lambat, Jumat, 29 Agustus 2008 (cap pos atau diantar langsung).
Rincian Hadiah:
Juara I Rp. 20..000.000,-
Juara II Rp. 15.000.000,-
Juara III Rp. 10.000.000,-

Pengumuman Pemenang
Kamis, 30 Oktober 2008
Di Universitas Paramadina, Jakarta

Tema
 Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan: Ahmad Wahib dan Kebinekaan Indonesia
 Ahmad Wahib dan Islam Warna-Warni: Menyikapi Perbedaan dalam Ber-Islam
 Berpikir Bebas bersama Ahmad Wahib, Siapa Takut?
Dewan Juri
 Budhy Munawar-Rachman
 Ihsan Ali-Fauzi
 Lies Marcoes-Natsir
 Luthfi Assyaukanie
 Maria Hartiningsih
Contact Person:
Achun (0856 9768 5005), Indra (0856 7907 785)

www.paramadina.or.id
Read more!

Jalan

Sunday, January 27, 2008

JarIK Bandung; Selamat Jalan Bapak Pembangunan
Diposting Oleh Admin

Kami atas nama Keluarga Besar JarIK (Jaringan Islam Kampus) Bandung menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya ke Ramatullah Bapak Pembangunan, H. M Soeharto, minggu (28/01) , tepat pukul 13.10 WIB, siang ini telah meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta Selatan.

Semoga amal baktinya dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa dan Keluarga Cendana yang ditinggalkan hendaknya dapat tabah menerima segala cobaanNYA. Amin Ya Robbal Alamin. Selamat Jalan Bapak Pembangunan Read more!

Keyakinan

Thursday, January 24, 2008

Kepercayaanku Bukan Keyakinanku
Oleh Siti Jenang

Sebelumnya perlu diketahui bahwa saya bukanlah orang yang hidup dengan 100% keyakinan. Tulisan ini bukan pula dikerjakan dengan pemahaman secara keseluruhan. Justru karena sadar bahwa ternyata baru sebagian kecil yang bisa saya anggap masuk definisi keyakinan. Sebuah definisi yang saya buat sendiri berdasarkan pengalaman pribadi. Sisanya adalah kepercayaan-kepercayaan.

Namun, saya ingin berusaha menyandarkan kepercayaan kepada pihak-pihak yang saya anggap paham kebenaran. Hanya berniat membangun sebuah landasan buat melangkah mencapai tujuan.

Pada suatu ketika saya bertemu dengan seorang saudara. Dari sisi genetika dia adalah sepupu saya. Kami lalu terlibat percakapan seputar pemahaman. Singkat cerita dia berkata, “Kamu tahu apa beda kepercayaan dan keyakinan?” Sebagai anak muda yang sok gaul *halah* waktu itu, saya cuma bisa pasang telinga, manggut-manggut, sambil sesekali menampakkan raut muka serba kusut. Menunggu jawaban yang dia maksud. Berhubung tak ada tanggapan apa-apa dia lalu melanjutkan, “Kalau saya buat kopi lalu saya bilang minuman ini manis. Kamu boleh langsung percaya. Tapi, kalau mau yakin, rasakan sendiri kopinya. Itulah arti keyakinan.”

ButaSeketika itu juga saya merasa paham, padahal tadinya sangat awam. Sambil mengingat-ingat apa saja yang sudah ada di dalam diri ini. Apa saja yang sudah saya pahami. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, nyatanya sepenggal dialog itu tak kunjung berlalu. Soalnya, makin dalam direnungkan, makin jelas bahwa dalam hal keyakinan saya sesungguhnya belum paham.

Namun, saya sudah punya niat. Punya tekad dan didukung hasrat, meski rada-rada nekat. “Tidak masalah,” kata saya dalam hati. Sambil merujuk kepercayaan saya sendiri bahwa Tuhan tidak akan menyesatkan umat yang sedang mencari-Nya. Dia hanya bisa memberi sambutan. Karena itulah saya beranikan diri mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan. Mencari penyelesaian atas persoalan-persoalan. Sebagian orang mengatakan bahwa saya sesungguhnya sedang berjalan. Menempuh perjalanan untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini mencari sebuah jawaban.

Akhirnya, muncul jawaban-jawaban sepanjang perjalanan, meski selalu mengisyaratkan pertanyaan-pertanyaan lanjutan. Namun, paling tidak sebuah jawaban sudah bisa saya temukan. Sebentuk pemahaman yang konon ada karena telah dipahamkan. Sebuah defini keyakinan yang mungkin tak jauh berbeda dengan kepercayaan. Jadi, definisi yang saya dapat sebetulnya untuk diri sendiri saja. Dari sudut atau sisi pandang pribadi. Tidak bermaksud menggurui atau menggiring orang lain supaya mengikuti. Perlu Anda ketahui bahwa dalam perjalanan tersebut saya lebih dulu meyakinkan diri bahwa Tuhan itu ada, seperti yang dirujuk berbagai sumber.

Menurut saya keyakinan adalah perwujudan dari sebuah pemahaman. Sebuah keyakinan perlu adanya bukti atau penjelasan-penjelasan. Tujuannya supaya ada kejelasan dan bisa mengurangi atau tidak lagi menimbulkan keraguan. Contohnya, keyakinan bahwa saya adalah seorang lelaki, dilahirkan di Jawa Tengah, dari dua orang tua yang membesarkan, dll. Bila muncul pertanyaan lanjutan, ia adalah perkembangan dari sebuah keyakinan. Merujuk pada pendapat bahwa ada tingkatan-tingkatan (Arab), yaitu ainul yaqiin, ilmul yaqiin, dan haqqul yaqiin.

Hal ini sangat berbeda dengan sebuah kepercayaan. Pada dasarnya *menurut saya nih* kepercayaan adalah sebuah penyerahan pemahaman kepada pihak yang dipercayai. Misalnya, percaya bahwa makanan yang akan dimakan tidak beracun, tahu ada teman yang mencari setelah diberitahu ibu, dll. Akibatnya, tidak selalu konsisten dan bisa berubah-ubah, tergantung dalam hal apa dan kepada siapa kepercayaan itu diserahkan. Bisa juga lihat gambar wanita ini sebagai contoh.

Jadi, sebetulnya banyak hal yang tidak saya ketahui kebenarannya secara pasti. Pun banyak yang tidak mampu saya buktikan sendiri. Namun, saya berusaha untuk mengarahkan beberapa kepercayaan ke bentuk keyakinan, yang mana tidak mudah goyah atau bahkan tak tergoyahkan. Tentunya dengan harapan bahwa hidup saya menjadi lebih nyaman. Pasalnya, konon bila melakukan hal-hal yang kita yakini kebenarannya dengan nyaman atau ikhlas baru bernilai ibadah. Di sisi lain, melakukan segala sesuatu atas dasar pemaksaan dan minim pengetahuan terasa memberatkan. Dengan kata lain malah mengakibatkan penderitaan.

Kepercayaan-kepercayaan yang belum atau tak bisa saya tingkatkan menjadi keyakinan, tinggal saya serahkan kepada Tuhan. Lagi-lagi menurut keyakinan saya soal ujar-ujar “Bila kita percaya kepada seseorang atau sesuatu, bersiaplah untuk kecewa. Tapi, bila engkau serahkan kepercayaan itu kepada Tuhan, bersiaplah untuk berbahagia”. Mudah-mudahan bila memang dibutuhkan bakal diberi tambahan. Itulah sepenggal kisah penjaga halte perjalanan. Mudah-mudahan berkenan.
Read more!

Maklumat

Thursday, January 10, 2008

Maklumat Bersama
Diposting Oleh Admin

Republik Indonesia dibentuk bukan oleh satu golongan. Republik ini dibentuk dari dan oleh berbagai golongan, kelompok, agama, etnis, yang telah bersepakat bahwa keragaman itulah ruh bangsa ini. Keragaman itulah yang justru mempersatukan kita, bukan menceraiberaikan.

Bhinneka Tunggal Ika, kata kunci yang membuat semua komponen bangsa dan founding fathers kita merumuskan sebuah bangsa yang disebut Indonesia. Lalu Pancasila dan UUD 1945 disepakati sebagai prinsip dasar dan konstitusi yang menjadi fundamen paling dasar penyelenggaraan negara ini. Di atas tanah air tercinta inilah, atas dasar ideologi Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) didirikan untuk melindungi dan menaungi seluruh warganegara, tanpa memandang ras, jenis kelamin, warna kulit, adat istiadat, maupun agama dan kepercayaan.

Belakangan, sekelompok masyarakat tertentu, berdasarkan kepentingan golongan dan kepentingan politik sesaat, berulang kali melakukan tindakan penyesatan, kekerasan, dan bahkan brutalitas kepada sesama anak bangsa dari golongan lain. Kelompokisme, fanatisme, tiba-tiba menjadi tren yang merajalela dan berakibat terancamnya nyawa, terusirnya warga dari rumahnya sendiri, dan hancurnya sendi-sendi keadaban dan harmoni sosial yang selama ini menjadi identitas Indonesia. Perbedaan tiba-tiba menjadi legitimasi untuk mengusir, menghancurkan, merusak, dan bahkan membunuh sesama.

Sebagai bagian dari anak bangsa, sudah saatnya kita menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tercabik-cabiknya keutuhan bangsa ini. Sudah saatnya kita terbangun dari keterdiaman kita terhadap ancaman disintegrasi yang makin hari makin mengerikan di negeri ini. Sudah saatnya kita turut berperan aktif menyuarakan perdamaian dan harmoni yang menjadi ruh dan identitas bangsa yang bermartabat. Sudah saatnya kita turut dengan lantang berkata tidak untuk segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan pemberangusan hak asasi manusia.

Sebagai bagian dari anak bangsa, sudah semestinya kita memberikan dukungan moral terhadap Presiden, Wakil Presiden, dan segenap aparat pemerintah, aparat peradilan, Kejaksaan Agung, Kepolisian, dalam menjalankan amanat konstitusi, terutama untuk:

1. Menegaskan bahwa negara kita negara hukum dan konstitusional. Artinya segala proses penyelenggaraan kehidupan berbangsa didasarkan atas konstitusi dan hukum, bukan atas desakan kelompok kepentingan dan golongan tertentu, apalagi yang jelas-jelas antidemokrasi dan menghalalkan kekerasan.
2. Menjamin hak-hak kebebasan dasar (normative) setiap warganegara Indonesia tanpa kecuali;
3. Menunjukkan komitmen tinggi untuk mewujudkan kesetaraan tiap-tiap warganegara di muka hukum, dan terutama dalam menegakkan rule of law;
4. Menolak tegas sikap-sikap dan perilaku intoleransi dan segala bentuk kekerasan;
5. Menjamin penegakan hukum atas siapapun yang bersalah tanpa pandang bulu.

Sebagai bagian dari anak bangsa, sudah semestinya kita juga mengingatkan kepada para tokoh agama, partai politik, ormas-ormas dan kelompok keagamaan, organisaasi civil society, media massa, dan segenap elemen masyarakat, untuk mengedepankan semangat toleransi dan kearifan dalam menghadapi perbedaan-perbedaan dengan orang atau kelompok tertentu, termasuk dalam soal keyakinan agama. Untuk tidak gampang terhasut oleh pihak-pihak atau kelompok-kelompok tertentu untuk membenarkan ataupun turut serta dalam tindak-tindak kekerasan yang menebar rasa tidak aman dan permusuhan antar sesama anak bangsa. Untuk mewujudkan agama sebagai faktor harmoni, bukan disharmoni, pendorong kedamaian, bukan pemantik permusuhan. Untuk tidak memberi pembenaran apapun, terutama dari sisi doktrin dan teologi agama, terhadap setiap tindak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama. Untuk berada pada jalur moderasi dan mengambil peran terdepan dalam menumbuhkan semangat toleransi dan perdamaian dalam menghadapi perbedaan apapun.

7 JANUARI 2008
ALIANSI KEBANGSAAAN UNTUK KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN

Elemen-elemen pendukung:
Indonesian Conference on Religion and Peace, National Integration Movement, The Wahid Institute, Kontras,
LBH Jakarta, Jaringan Islam Kampus, Jaringan Islam Liberal, Lembaga Studi Agama dan Filsafat,
Generasi Muda Antar Iman, Institut DIAN/Interfidei, Masyarakat Dialog Antar Agama, Komunitas Jatimulya, eLSAM,
Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Lembaga Kajian Agama dan Jender, Pusaka Padang,
Yayasan Tunas Muda Indonesia, Konferensi Waligereja Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia,
Forum Mahasiswa Ciputat, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Gerakan Ahmadiyah Indonesia
Tim Pembela Kebebasan Beragama, El_Ai_Em Ambon,
Yayasan Ahimsa (YA), Jakarta, Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI),
Dinamika Edukasi Dasar (DED) Jogjakarta, Forum Persaudaraan Antar-Umat Beriman, Jogjakarta,, Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB), Surakarta, SHEEP Indonesia Jogjakarta, Forum Lintas Agama Jawa Timur, Surabaya, Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya, LSM Adriani Poso, PRKP Poso, Komunitas Gereja Damai,
Komunitas Gereja Sukapura, GAKTANA, Wahana Kebangsaan, Yayasan Tifa, Komunitas Penghayat,
Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia NTB, Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok, Forum Komunikasi Lintas Iman Gorontalo, Crisis Center SAG Manado, LK3 Banjarmasin,
Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulawesi Selatan Makassar, Jaringan Antar-iman se-Sulawesi,
Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG KALSEL) Banjarmasin, PERCIK Salatiga, Sumatera Cultural Institut Medan; Muslim Institut Medan; PUSHAM UII Jogjakarta; Swabine Yasmine Flores-Ende; Komunitas Peradaban Aceh
Read more!

Ol Bareng Yu....!!!

Saturday, July 14, 2007

Maaf Untuk Ibn dkk (Tentang Chatting Perkembangan JarIK)
Pesan Eko Marhaendy

Salam,...
Melalui milis ini saya ingin menyampaikan maaf kepada sdr Ibn Ghifarie dan beberapa teman-teman lain yang sudah kadung membuat janji untuk online bareng via chating membicarakan JarIK di daerah,...maaf Ibn, kemarin saya sudah punya jadwal untuk mengunjungi lokasi PPL/ KKN mahasiswa IAIN Sumut, saya berani penuhi undangan kamu karena saya fikir disana Internet mudah, ternyata saya kesulitan untuk mencari warnet, jadi sekali lagi saya mohon maaf.

Tapi apa yang telah dilakukan ibn dan teman-teman lain saya fikir cukup positif untuk dilestarikan (Chating untuk cerita soal JarIK), dan saya berharap diwaktu yang akan datang kegiatan semaacm ini diadakan lagi,...saya tunggu lho!

Soal ngobrol bareng via chat kemarin tak banyak yang kami bicarakan. Hanya, sebatas sey hai saja. Pasalnya, kali pertama kita bisa Online dengan para pengurus JarIk daerah masih-masih.

Semula tiap daerah sudah bersedia untuk membincang sekira JariK dengan tek-tek bengeknya. Mulai dari pengurus JarIK Mataram, Jhellie; Medan, Eko; Jogyakarta, Ridho; Jakarta, Miftah sampai Bandung Oval, Che dan saya sendiri.

Saat tiba waktunya yang telah ditentukan. Tak banyak yang bisa bertegur sapa kecuali perwakilan Kota Gudeg dan Kembang saja. Meski hanya beberapa jam.

Jakarta tak bisa Ol berhubung mendapatkan giliran pemadaman listrik pesan singkatnya. Mataram hanya sebentar. Entah kemana lagi. 'Nu dah OL nich' tulisnya. Setelah itu tak nongol-nongol lagi.

Yang lebih mengherankan lagi Sumut tak ada kabarnya. Hingga pesan ini hadir. Saya kira Eko tak perlu memohon maaf. Malahan kami atas nama JarIK bandung harus mengucapkan kata maaf itu, karena sudah merepotkan kawan-kawan JarIK dimana pun berada. Padahal kami yakin setiap daerah mempunyai segudang kegiatan.

Nah, temen-teman ada sedikit cerita lucu bercampur kesa juga. Bagaimana tidak. Saat komunikasi bareng dengan kordinator Kota Pelajar tiba-tiba warnet yang kami gunakan mendadak mati lampu. Konon Bandung Timur mendapatkan giliran pemadaman. Walapun hanya sebentar.

Tak ayal, pesan singkat via sms pula menjadi solusi komunikasi. Kenapa anak-anak Bandung OF langsung?

Berkenaan dengan keterputusan informasi tiap daerah. Gimana kalau kegiatan OL bareng ini kita adakan tiap sebulan sekali atau dua minggu sekali supata mengetahui kondisi daerah masing-masing dan bisa bertukar cerita. Kira-kira menurut sahabat-sahabat gimana? Bolehkan!!

Semoga ikhtiar ini dapat mempererat temali persaudaan diantara kita.Amien.

Ibn Ghifarie Tea
Read more!